Rabu, 18 April 2012
lngat Al Qur'an
RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF ♥:: AL - QUR'AN KALAMULLAH ::♥ *~ Kepada yang MAMPU, hafallah..
*~ Kepada yang TIDAK MAMPU,
bacalah..
*~ Kepada yang LEMAH,
bergurulah.. ... JANGAN biarkan Al Quran
memburuk di atas almari,
jangan tinggalkan Al-Quran
bersendirian..
sesungguhnya kitab mukjizat lagi
SUCI nan MULIA itu tidak sepatutnya diperlakukan
sedemikan rupa.... Jika buku ilmiah, majalah, novel
boleh dibaca sehingga ke titik
terakhir, jika di alam maya, boleh
seharian mengadap berjam-jam
lamanya.....jika surat khabar,
kita belek lembarannya 5 kali sehari.....
KENAPA tdk dengan Al-Quran?
(Astaghfirullah’azim....,
betapa lalai dan cuek dan
malasnya diri ini :(( ) CARILAH MASA untuk membaca AL
Quran.....
ada HAMBA ALLAH selalu berkata :
"Jika tidak bisa membaca 1 juz
sehari,
bacalah sehelai sehari....atau 1 muka surat sehari,
atau membaca setakat mana
terdaya yg mampu..." “Orang MAHIR dalam bidang Al-
Quran maka ia bersama para Nabi
dan syuhada....adapun orang yg
MEMBACA DENGAN GAGAP
(tidak mahir) namun hatinya
TERTAMBAT kepadanya, maka ia memperolehi DUA
PAHALA.”
(Hadis riwayat Muslim) MOHONLAH KEKUATAN dari Allah
untuk melawan NAFSU MALAS kita
krna sesungguh tiada daya dan
upaya,
hanya kepada Allah TEMPAT
PERTOLONGAN.... Ada satu Hadis Nabi saw yang
mengatakan kepada sesiapa saja
yang membaca Al-Quran,
mempelajarinya dan
mengamalkanya, maka akan
dipakaikannya kepada KEDUA IBU AYAHNYA pada hari kiamat
MAHKOTA DARI CAHAYA yg sinarnya
bagaikan sinar matahari, dan
dikenakan kepada kedua orang
tuanya DUA PERHIASAN yang nilai
tidak tertanding oleh dunia.... MasyaAllah, terlalu indah.....
rebutlah PELUANG yg ada untuk
ibu dan ayah kita....♥♥ :: InsyaAllah, ISTIQAMAH dalam
membaca AL-QURAN ::
~ Haslinda Alias ~
C I N T A
RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF Pernahkah kamu merasakan,
bahwa kamu mencintai seseorang,
meski kamu tahu ia tak sendiri
lagi, dan
meski kamu tahu cintamu mungkin
tak berbalas, tapi kamu tetap mencintainya, Pernahkah kamu merasakan,
bahwa kamu sanggup melakukan
apa saja demi seseorang yang
kamu cintai,
meski kamu tahu ia takkan
pernah peduli ataupun ia peduli dan mengerti, tapi ia
tetap pergi. Pernahkah kamu merasakan
hebatnya cinta,
tersenyum kala terluka,
menangis kala bahagia,
bersedih kala bersama,
tertawa kala berpisah, Aku pernah ......... Aku pernah tersenyum meski
kuterluka !
karena kuyakin Tuhan tak
menjadikannya untukku,
Aku pernah menangis kala
bahagia, karena kutakut kebahagiaan
cinta ini akan sirna begitu saja, Aku pernah bersedih kala
bersamanya,
karena kutakut aku kan
kehilangan dia suatu saat nanti,
dan...... Aku juga pernah tertawa saat
berpisah dengannya,
karena sekali lagi, cinta tak harus
memiliki, dan
Tuhan pasti telah menyiapkan
cinta yang lain untukku. Aku tetap bisa mencintainya,
meski ia tak dapat kurengkuh
dalam pelukanku,
karena memang cinta ada dalam
jiwa, dan bukan ada dalam raga. Semua orang pasti pernah
merasakan cinta..
baik dari orang tua... sahabat..
kekasih dan
akhirnya pasangan hidupnya. Buat temenku yg sedang jatuh
cinta.. selamat yah..
karena cinta itu sangat indah.
Semoga kalian selalu berbahagia. Buat temanku yg sedang terluka
karena cinta...
Hidup itu bagaikan roda yang
terus berputar,
satu saat akan berada di bawah
dan hidup terasa begitu sulit, tetapi keadaan itu tidak untuk
selamanya,
bersabarlah dan berdoalah
karena cinta yang lain
akan datang dan menghampirimu. Buat temanku yang tidak
percaya akan cinta... buka
hatimu ...
jangan menutup mata akan
keindahan yang ada di dunia
maka cinta membuat hidupmu menjadi bahagia. Buat temanku yang
mendambakan cinta.. bersabarlah..
karena cinta yang indah tidak
terjadi dalam sekejab..
Tuhan sedang mempersiapkan
sgala terbaik bagimu
RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu mencintai seseorang, meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas, tapi kamu tetap mencintainya, Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai, meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun ia peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi. Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta, tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia, bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah, Aku pernah ......... Aku pernah tersenyum meski kuterluka ! karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku, Aku pernah menangis kala bahagia, karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja, Aku pernah bersedih kala bersamanya, karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat nanti, dan...... Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya, karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki, dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku. Aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku, karena memang cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga. Semua orang pasti pernah merasakan cinta.. baik dari orang tua... sahabat.. kekasih dan akhirnya pasangan hidupnya. Buat temenku yg sedang jatuh cinta.. selamat yah.. karena cinta itu sangat indah. Semoga kalian selalu berbahagia. Buat temanku yg sedang terluka karena cinta... Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar, satu saat akan berada di bawah dan hidup terasa begitu sulit, tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya, bersabarlah dan berdoalah karena cinta yang lain akan datang dan menghampirimu. Buat temanku yang tidak percaya akan cinta... buka hatimu ... jangan menutup mata akan keindahan yang ada di dunia maka cinta membuat hidupmu menjadi bahagia. Buat temanku yang mendambakan cinta.. bersabarlah.. karena cinta yang indah tidak terjadi dalam sekejab.. Tuhan sedang mempersiapkan sgala terbaik bagimu
Selasa, 17 April 2012
RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF Siapa Yang Harus Aku Ta'ati Seorang gadis kecil baru saja pulang dari sekolah. Sesampainya dirumah, Sang Ibu melihatnya sedang bersedih. Dia pun bertanya kepada anakya tentang sebab kesedihannya. Gadis kecil itu pun menjawab: “Bu, tadi bu guru mengancamku akan dikeluarkan dari sekolah, karena pakaian panjang yang aku kenakan”. “Tetapi pakaian ini adalah pakaian yang dicintai Alloh, anakku!”. “Benar bu, tapi Ibu guru tidak suka”. “Baik nak, meskipun bu guru tidak suka, tetapi Alloh menyukainya”. Jadi, siapakah yang akan kamu ta’ati? Akankah kamu taat kepada Alloh yang telah menciptakanmu, membentuk parasmu dan memberi nikmat kepadamu? Atau kamu akan taat kepada makhluk yang tidak bisa mendatangkan manfa’at kepadamu?”. Alloh lah yang aku taati, bu ! Bagus nak. Kamu benar ! Keesokan harinya, sang anak tetap berangkat ke sekolah dengan mengenakan pakaian panjang dan ketika sang guru melihatnya, dia pun menghardik dengan kasar. Gadis tersebut tidak kuasa menghadapi hardikan sang guru, apalagi seisi kelas memandang kearahnya. Dan tangisan pun meledak. Sambil terisak, anak itu melontarkan kata-kata singkat namun memiliki makna yang besar : “Demi Alloh, aku tidak tahu siapa yang harus aku taati, Anda atau Dia?” “Dia siapa?” tanya sang guru. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Aku taati perintahmu, lalu aku mengenakan pakaian yang anda sukai dan bermaksiat kepada- Nya, ataukah aku akan mentaati- Nya dan mengabaikan perintah Anda? “Aku akan tetap mentaati Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, walau harus mengalami segala kepahitan, jawab sang gadis. Kata-kata itu keluar dari mulut mungil gadis tersebut. Kata-kata yang memperlihatkan loyalitas penuh kepada Alloh ta’ala. Dengan tegas gadis kecil itu menyatakan komitmen dan ketaatannya kepada perintah- perintah Alloh Yang Maha Kuasa. Apa guru tersebut membiarkannya? Sang guru meminta agar ibu anak tersebut dipanggil ke sekolah, apa yang kira-kira dia inginkan? Sang ibu pun datang. “Anak anda telah menasehatiku dengan nasehat yang paling berharga yang pernah aku dengar selama hidupku”, kata guru kepada sang ibu. Ya, guru tersebut telah menerima nasehat dari muridnya yang masih kecil. Guru yang telah belajar tarbiyah dan memiliki ilmu pengetahuan yang sangat luas. Seorang guru yang ilmunya tidak menghalangi untuk menerima nasehat dari seorang anak kecil yang seusia dengan anaknya. Selamat, bagi guru tersebut. Selamat pula bagi anak kecil yang ditelah ditempa dengan tarbiyah islam dan menggenggamnya dengan kuat. Dan selamat bagi sang ibu yang telah berhasil menanamkan rasa cinta kepada Alloh ta’ala dan Rasululloh kepada sang anak. Maka dari itu wahai para ibu muslimah Kalianlah yang menggenggam anak-anak kalian. Mereka ibarat adonan yang bisa dibentuk sesuai dengan kehendak kalian. Maka, segeralah untuk membentuk mereka sesuai dengan bentuk yang diridhoi Alloh dan Rasul-Nya. Ajari mereka sholat Ajari mereka untuk senantiasa taat kepada Alloh Ajari mereka tentang keteguhan dan kebenaran Ajarkan semua itu kepada mereka sebelum mereka memasuki usia dewasa Jika mereka tidak sempat mendapatkan tarbiyah ketika kecil, niscaya kalian akan sangat menyesal karena kalian akan kehilangan anak kalian di masa dewasa mereka. Gadis ini bukan hidup dimasa shahabat, maupun dimasa Tabi’in, tetapi gadis ini hidup di zaman yang penuh fitnah ini. Kisah ini membuktikan bahwa sebenarnya kita mampu untuk mencetak generasi seperti gadis ini. Seorang gadis yang bertaqwa akan berani untuk menampakkan kebenaran serta tidak takut terhadap celaan orang yang mencela. Saudari Mukminah, anakmu sekarang berada dihadapanmu, siramilah dia dengan air ketaqwaan dan keshalihan. Perbaikilah lingkungannya. Jauhkan ia dari berbagai virus dan obat-obat berbahaya. Inilah tantangan yang berada dihadapanmu. Silahkan koreksi, apa yang telah kamu lakukan dengan amanah yang Alloh titipkan padamu. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda “Barang siapa yang mencari keridhoan manusia dengan mengabaikan kemurkaan Alloh, niscaya Alloh akan melimpahkan urusannya kepada manusia. Dan barang siapa yang membuat manusia marah demi mencari keridhoan Alloh, niscaya Alloh akan mencukupkannya dari meminta bantuan manusia” (Al- Hadist). -rsk- dikutip dari Mawaqifu Dzat “Syaikh Umar Al- Asyqor”
Langganan:
Komentar (Atom)
