Senin, 02 Juli 2012

PENGAJIAN ISRO' MI'ROJ DI MUSHOLLA AL AMIN


Setelah beberapa tahun tidak ada pengajian umum di Musholla Al Amin akhir nya terlaksana juga pengajian Umum di Musholla Al Amin,yang dilaksanakan pada hari Selasa Malam Rabu tanggal 26 Juni 2012,atau tanggal 6 Sya'ban 1433 H.
Pengajian yang memperingati Isro' mi'roj Junjungan kita Nabi Muhammad SAW ini sempat mundur pelaksanaannya,yang tadinya adalah meNYONSONG peristiwa Isro' Miroj dengan pelaksanaan tanggal 2 juni 2012 atau 11 Rojab 1433 H. Karena belum tanggal 27 Rojab diganti menjadi memPERINGATI ISRO' MI'ROJ karena pelaksanaanya menjadi tanggal 6 Sya'ban,
Pelaksanaan pengajian yang mundur ini adalah dikarenakan dukuh bogol sedang Berkabung dengan meninggalnya Bapak Kyai Mas'an selaku Guru kita dan juga Pengurus Musholla Al Amin,pengajian yang dijadwalkan malem Ahad tanggal 2 juni itu,menjadi mundur karena tepat kurang sehari yaitu malam sabtu Bapak Kyai Mas'an Meninggal Dunia,dalam perjalanan Menuju rumah Sakit YAKIS.
Karena itulah pengajian menjadi mundur pelaksanaannya, yang tadinya dijadwalkan KyaiNYA Bapak KH KUSTUR FAIZ karena sudah tidak ada jadwal kosong jadi diganti Bapak KH MASYHUD SIROJ.
Dalam Pidato prakata panitia Mas IKA WIBOWO setelah mengucapkan trimakasih atas bantuan pelaksanaan dan maaf atas kekurangan pelaksanan pengajian, menegaskan Pentingnya MENGAJI,


INI SANTRI SANTRI AL AMIN
Dalam kesempatan pengajian ini juga Santri santri dari Musholla Al amin memperlihatkan kebolehannya Dalam berSHOLAWAT dan REBANA,walaupun dalam belajar Rebana ini baru permulaan karena kurang 4bulan namun suduh Cukup menggetarkan Qalbu bagi para Pengunjung.
Pengajian ini ditutup dengan Mauidloh Hasanah dan Doa Oleh KH MASYHUD SHIROT,dalam Mauidlohnya KH MASYHUD SHIROT Menegaskan Pentingnya SHOLAT dan Madrasah,Perintah Nabi Untuk Memerintahkan anak Sholat dalam usia 7 tahun,artinya sebelum 7 tahun sudah diajarkan Sholat,dan Anak diajarkan sholat itu artinya diajari bersuci dan mengenal tempat suci yaitu menghadap Ka'bah dan menyembah Allah dzat yang Maha Suci,karena itu kurang baik jika anak anak kita diajari untuk mengenal tempat tempat yang tidak suci,seperti pasar,mall,swalayan,tempat tempat hiburan yang tidak ada kemanfaatannya untuk anak,
Dan perintah untuk memukul anak bila meninggal Sholat diusia 10 tahun,dengan pemukulan yang tidak membuat luka,dan bertujuan untuk mendidik.

PENTINGNYA BERMADZHAB

Muhaddis/Ahli hadist itu ada 3 tingkatan
1. Tingkat kanak kanak,ahli hadist yang hafal seratus ribu hadist,disebut Al Hafid contoh seperti imam ibnu Hajar Al Asqolani pengarang kitab Bulughul Marom
2. Tingkat menengah,ahli hadist yg hafal tiga ratus ribu,disebut Hujjatul islam contoh seperti Imam Ghozali
3. Tingkat tinggi,ahli hadist hafal enam ratus ribu hadist seperti Imam Muslim yg hafal enam ratus ribu,
Imam Muslim muridnya imam Bukhori yang hafal tujuh ratus ribu hadist,
Imam Bukhori muridnya Imam Ahmad bin Hambal yang Hafal satu juta hadist
dan lmam Ahmad Bin Hambal muridnya imam Syafi'i,keduanya ini termasuk MUJTAHID
Jadi imam Syafi' itu orang alim,diceritakan bahwa beliau itu berada dikanAdungan sudah mengarang kitab dan dikandungan ibunya selama 4 tahun,
dalam Usia 9 tahun hafal Al Qur'an,dan 14 tahun sudah hafal kitab Hadist MUWATTO' nya Imam MALIK,jadi tidak salah kalau kita itu berMADZHAB SYAFI'I,karena yang kita tiru itu bukan ULAMA sembarangan,
salah besar kalau ada orang yang mengatakan tidak perlu berMADZHAB,Karena belakangan muncul orang yang berpandangan begitu,mereka itu orang yang mendalami ilmu agama baru beberapa tahun,dan sudah merasa pintar dan cenderung melebihkan Akalnya.Kadang belajarnya tidak dengan ulama salafiyah,dan asal mulanya dari kecil dia kurang dalam belajar agama,sehingga waktu dewasa mau belajar agama tapi dia ingin yang sesuai Akalnya,
Dalam ilmu tauhid kita tidak diperbolehkan TAQLID (anut anutan)dalam arti kita harus bisa mengenal sifit sifat Allah beserta dalil Akli dan Naklinya
Sedang dalam ilmu fikih kita diharuskan untuk berMADZAH,karena kita tidak mampu untuk memahami Al Qur'an dan Hadist tanpa bantuan Ahli Qur'an Dan Hadist.
Dan Ahli Qur'an dan Hadist adalah Para Ulama' dan Kyai yang mumpuni penguasaan agama.