Senin, 26 Desember 2016

M. HASYIM FANANI

Pada hari selasa tanggal 25 oktober kegiatan ibunya masih biasa masih kesekolah tapi kalau biasanya pergi sendiri namun pada minggu ini ibunya minta diantar dan berangkat bersama.
Setelah pulang pada hari selasa itu ibunya minta ijin mengawali cuti kehamilanya pada besok hari rabu.
Saat pulang ini aku jemput duk Ayya dan ibunya di rumah mertua.namun sebelum pulang aku ajak untuk berziarah ke makam Mbah Sunan Kudus dan Ke makam Ayahnya istriku, Bapak Abdur Rochim yang tak jauh dari rumah ibu mertuaku.
Sore hari setelah pulang di rumah bogol istriku sudah mulai mules2, saya diperiksakan ke bidan katanya mungkin sudah mulai tanda2 kelahiran,sampai malam rasa mules mules itu masih terus terasa dan meningkat jaraknya tambah sering.
Hari rabu pagi atas saran istriku aku masih berangkat kerja. Pada jam 8 pagi aku diminta pulang istriku karena mules nya telah terlalu sering dan dia juga bersmsan dengan bidan desa. Untuk diperiksakan aja ke puskesmas.
Sampai dirumah kudapati ia sedang masak sambil jalan jalan kecil mondar mandir kesana kemari.katanya dapat membantu mempercepat kelahiran. Belum selesai ku melepaskan sepatu terdengar suara air seperti disiram kelantai dan jeritan keterkejutan istriku. Rupanya air ketubannya telah pecah.
Dengan cepat kusiap siap dan meluncur kerumah sakit. Setelah mendaftar dan dibawa ke ruang bersalin istriku mendapat suntikan perangsang kelahiran. Dari jam 9 sampai jam 2 siang mengalami proses kehamilan dan pada jam 13.55 telah lahir anak ku laki laki yang ketiga.
Saat itu belum ada ide dibenakku nama untuk anakku karena aku masih bingung. Hingga malam pun belum dapat sebuah nama.  Pada siang harinya sebelum pulang dari rumah sakit, ku rembukan pada istriku untuk maslah nama ada ide untuk ikut bertafaul dengan nama pendiri NU   hadrotus syeh KH Hasyim Asy'ari dengan dengan mengambil nama Hasyim. Dan bertafaul dengan nama guruku di madrasah TBS KH Arifin Fanani dengan mengambil nama Fanani.
Maka ku namai anakkku yang ketiga
  


محمد هاشم فناني

M. HASYIM FANANI 

Dengan panggilan DIK A'IM.
Hari  Rabu Wage
Tanggal 26 Oktober 2016 M / 25 Muharrom 1438 H
Berat 3,7 kg
Panjang 50 cm

Setelah ku tulis dalam brosur untuk pembuatan Akte Kelahiran keserahkan brosur ke perawat. Dan dalam 2 sampai 3 hari akte Kelahiran dik A'im telah jadi.
Tujuh hari kelahiran dik A'im dirumah diadakan syukuran dengan mengadakan Aqiqoh untuk dik A'im.dan ke esokan harinya dik A'im kontrol ke rumah sakit dan pulang membawa surat Akte Kelahiran yang di buatkan pihak rumah sakit. Setalah Akte Jadi kudaftarkan dik A'im ke Kartu Keluarga datang ke kecamatan.setelah itu dik A'im di daftarkan ke bpjs. Sebelum selapan dik A'im telah punya akte kelahiran, kk, dan juga kartu bpjs.
Dan ku tulis kelahiran dik A'im ini tepat dua bulan dari kelahiranya. Semoga jadi anak yang sehat jasmani ruhani.pinter sholeh.berbakti pada orang tua berguna untuk agama nusa dan bangsa.


Amin

Minggu, 25 Desember 2016

Sabar

Sabar itu bukan ketika ada masalah kemudian ia menyerah dan berkata sabar ada batasnya.

Tapi sabar itu ketika ada masalah ia berusaha menyelesaikan dan menyerahkan kepada allah.

MENTAL DIRI

Orang yang ber mental debat apapun akan dibuat perdebatan. Masalah apapun akan di buat debat.

Orang yang ber mental judi apapun akan dibuat judi. Montor lewat pun bisa dijadikan judi.

Orang yang ber mental joget musik apapun akan dibuat joget. Bahkan lagu kematian ataupun lagu siksa kubur pun akan buat joget.

Orang yang ber mental sabar apapun keadannya akan berusaha bersabar.seperti ikan yang hidup dalam lautan yang air nya asin ia tak ikut asin.

Sabtu, 24 Desember 2016

M. FALIQUN NAWA

Anak ku kedua srmoga jadi tabungan kami di akherat

               محمد فالق النوى

MUHAMMAD FALIQUN NAWA

Bulan september 2015 adalah duka keluarga kecilku, dimana bayiku yang masih dalam kandungan ibunya meninggal dalam kandungan.

Saat itu usia kandungan udah sembilan bulan pada september tanggal 24 bertepatan dengan hari raya  idul adha tahun 1436 H adalah waktu sibuk.dirumah dan di sekolahan istriku mengikuti kegiatan qurban jadi aktifitas yang melelahkan dalam keadaan hamil tua,

Pada hari senin tanggal 28 september 2015 bertepatan tanggal 14 dzul hijjah 1436, pagi bangun tidur istriku mengeluarkan cairan fleg padahal menurut perhitungan HPL mestinya bulan oktober tanggal 14. 
Karena itu pagi kuajak istriku ke bidan untuk periksa kandungan, tapi betapa terkejutnya kami bahwa setelah diperiksa ternyata bayi dalam kandungan istriku sudah gak ada geraknya.

Kemudian kami di rujuk ke rumah sakit setelah di tangani dokter dan di rangsang untuk keluar bayi yang diperiksa dokter telah meninggal dua hari didalam kandungan.

Pada sore jam 16 anakku yang meninggal dalam kandungan itu lahir.kemudian dengan bantuan Pak Dhe Hasan jenazah bayiku bawa pulang. Dan langsung di makam kan pada malam selasa ba'da magrib.sedang istriku masih di rumah sakit.

Dan sebelum di makamkan ku beri nama anakku. Dengan sebuah nama yang telah ada dalam benakku jauh sebelum aku menikah, karena nama itu ada muncul saat hits2nya Sholawatan langitan anak2.nama itu ialah


                        محمد فالق النوى


         MUHAMMAD FALIQUN NAWA 

lahir dan meninggal Senin Kliwon 28 September 2015 14 Dzul Hijjah 1436 

setelah pemakaman saya kembali ke rumah sakit sebelumnya ku jemput duk AYYA di rumahnya Mbah putri jadilah kami bertiga (aku,istri dan duk ayya) menginap di rumah sakit karena istriku habis persalinan belum boleh langsung pulang.

Yang membuat kami berkaca kaca adalah pertanyaannya duk Ayya, saat pasien di sebelah kami, diberikan dedek bayinya oleh perawat setelah dibersikan perawat untuk diberi asi oleh ibunya, duk ayya yang melihat itu kemudian bertanya pada kami "ADIK E MBAK AYYA MANA ABI MANA AMI" mata kami pun berkaca kaca mendengar pertanyaan mbak Ayya.

Setelah 21 hari bertepatan 18 oktober 2015 kami adakan aqiqoh buat anaku yang meninggal sebelum lahir semoga jadi tabungan kami besok di akherat.

Seperti dawuhnya yi Sya'roni anak kecil yang meninggal langsung masuk surga