Ada beberapa macam bacaan ta'awwudz namun yang Masyhur adalah
اعودبالله من الشيطان الرحيم
Hukum membaca ta'awwud adalah sunnah ketika akan membaca al qur'an.
Ketika seseorang akan membaca Alquran maka dia disunahkan untuk membaca taawudz sebagaimana perintah dalam Alquran
فآءذاقراث القرءان فاستعد بالله
faidza qoro'tal qurana fastaid Billah
Seseorang yang di dalam salat ketika akan membaca surat al-fatihah hukumnya disunahkan membaca taawudz baik itu dalam rakaat yang pertama yang kedua yang ketiga ataupun yang ke-4 itu masih disunahkan untuk membaca taawudz.
Namun apabila lupa membaca taawudz kemudian dia sudah membaca Bismillah maka ke sunatan membaca taawudz menjadi gugur Karena dia sudah masuk pada rukun yaitu membaca basmalah, karena Basmalah itu termasuk dari Fatihah.
Jadi kesunnahan membaca taawudz itu dalam setiap rokaat dalam sholat ketika akan membaca surat Al Fatihah bukan hanya pada rakaat yang pertama saja.
Bagaimana kalau di luar sholat orang yang akan membaca Alquran disunahkan untuk membaca taawudz.
Namun bagi seorang yang yang menjadi penceramah atau khotib dalam khutbah apabila dalam dia menyampaikan dalil dari Alquran itu sebelumnya diawali dengan Qalallahu ta'ala atau Qolallahu ta'ala fil quranil Karim maka dia langsung membaca ayatnya saja, jadi tidak usah membaca taawudz,
Contoh lain seorang Imam tahlil ketika akan membaca tahlil didahului Qolallahu fil quranil Karim langsung baca
ياايهاالذين امنؤااذكزواالله ذكرا كثيرا.
Ya ayyuhalladzina amanudz kurullaha dzikron katsiro
Tidak usah di sela selani ta'awwudz
Keterangan ini Seperti yang disampaikan guru saya KH. ARIFIN FANANI ketika ngaji kitab Fathul muin beliau menyampaikan dalil seperti ini bisa dilihat dalam susunan atau dalam buku Kitab Kitab Ulama ulama Salaf Dulu ketika ulama-ulama itu menukil atau mengambil dalil penggalan ayat Al Qur'an yang didahului Kama qalallahu ta'ala langsung ayatnya yang ditulis (Menulis itu = hati Membaca)
















