Jumat, 31 Desember 2010

MARI ISTIGHFAR

* Tempat Salah dan Dosa

Siapa yang tidak punya salah dan dosa?,tentunya jawabnya gak ada manusia hidup yang tidak mempunyai dosa,
Jangankan kita manusia awam/umum,Nabi atau Rosul saja yang sebagai Manusia pilihan mempunyai salah dan Dosa.Hanya saja Nabi dan Rosul tidak sampai melakukukan dosa besar,karena Meraka Ma'shum akan hal itu.

Sudah menjadi garis bahwa manusia memang tempatnya salah dan dosa,dan orang yang baik bukan orang yang tidak punya dosa,tapi orang yang melakukan keselahan kemudian ia menyadarinya,dan bertobat,serta memperbaiki atas kesalahannya,itulah yg baik.

Setiap hari kita sudah pasti melakukan kesalahan dan dosa,disadari atau tidak,coba kita liat,
dimulai dari bangun tidur hingga tidur lagi,kadang bangun tidur kita tidak membaca doa tapi malah sudah berburuk sangka,
begitu bangun kita sudah mengeluh "waduh kesiangan,pasti telat nih,mendung lagi,belum nanti ada macet,"dll

Waktu mempersiapkan keberangkatan juga begitu,mandi yang antri,seragam yang belum siap,sehingga kita akan mengumpat,atau menyalahkan orang lain,belum nanti kita,dalam perjalanan,tidak bisa menjaga susila atau adab,dalam berpakaian,dalam berjalan,berkendaraan hingga merugikan orang lain,atau mata kita yang tidak terjaga,atau kita kurang sabar dalam menghadapi masalah,hingga kita sering mengumpat,menggunakan kata kata kotor,dan menyalahkan orang lain.

Sesampainya ditujuan juga begitu,ngobrol sesama teman,dari ngobrol yang mungkin tidak ada gunanya,bahkan menjadi obrolan yang dilarang,mengadu,memfitnah,menghasud,menggungjing,membicarakan keburukan dan kesalahan orang lain atau omongan kotor dan mengumpat,sehingga menjadi forum atau percakapan yang tidak ada berkahnya.

Sekembali dari aktifitas,begitu bergaul dengan teman,berkumpul tetangga,masyarakat,kadang kita kurang kontrol diri,sehingga membuat kesalahan kesalahan dan dosa,sampai pada waktu menjelang tidur,menonton telivisi,yang sekarang begitu beragam tayangannya.

Begitulah diantaranya kesalahan dan dosa,belum lagi dosa dosa yang lain,betapa kita diselimuti dengan banyak dosa.

* Kenapa Harus ISTIGHFAR

Ibarat meja yang tak pernah dibersihkan tentu akan tambah kotornya,begitu pula dengan dosa yang tak dimintakan ampun,tentu akan semakin bertambah,walau dosa sekecil apapun kalau tiap hari dikerjakan tanpa permintaan maaf dan ampun tentu dosa akan menggunung.

Orang yang bertaubat dari kesalahan dan dosa, ibarat orang yang tidak mengerjakan kesalahan tersebut,
Kaca yang tiap hari dibersihkan walau tiap hari ada debu tentu akan lebih bersih daripada kaca yang membersihkannya satu minggu,satu bulan,atau tak pernah dibersihkan.


Dan beruntung orang yang tiap hari dia tidak pernah melewatkan untuk beristighfar,maka beristighfarlah dimanapun,dan disaat apapun.

Sebagai renungan hadist nabi :
توبواإلى الله فإني أتوب إليه كل يوم مائة مرة. (رواه البخاري وأبوداودعن ابن عمر)
artinya : bertaubatlah kalian kepada Allah maka sesungguhnya aku bertaubat padaNYA setiap hari 100 kali. H. r. Bukhori.
Dalam hadist lain menerang 70 kali,

Kalau Nabi saja,yang tak pernah membuat dosa dan kesalahan, yang sudah jelas kesholehannya,dan sudah dipastikan masuk surga,tiap hari beristighfar 100kali,bagaimanakah dengan kita yang tiap hari menambah dosa dan kesalahan lebih 100kali tiap hari,yang belum tau apa kita termasuk orang sholeh,atau orang salah,dan yang tentu kita belum pasti masuk surga.
Karena itu Ayo berISTIGHFAR
Nasehat Nabi pada

Sebelum tidur renungilah apa yang sudah kt kerjakan seharian dan beristigfarlah...Mohonlah ampun pada Allah untuk diri kita guru2 kita,orang tua kita,saudara saudara kita,mu'min mu'minat muslim muslimat.

Semoga kita termasuk orang yang kembali(taubat).
Amin

sumber : Kaset dakwah KH.Zainuddin Mz.KH Sya'roni Ahmadi Kudus,Hadist Nabawi petian Mukhtarul Ahadisin Nabawiyah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar