Sabtu, 01 Januari 2011

Ziarah Sunan MURIA dan Syeh HASAN SYADZALI Ngrejenu

Saat menulis ini,kami club ijo lumut2 berada dimejid muria,disamping makam SUNAN MURIA SYEH RADEN UMAR SAID PUTRA RADEN SAHID SUNAN KALIJOGO,kami tidak masuk ke lokasi makam dikarenakan lokasi makam yang sesak oleh peziarah.

Dihari pertama ditahun baru 2011 ini kami pergi ziarah ke Muria kudus,dan ke syeh hasan syadzil ngrejenu yang terkenal dengan air tiga rasa nya.Biasanya kami Ziarah pada hari pertama tahun baru hijrah,tapi karena mempunyai alasan dan sibuk sendiri sendiri kemarin belum sempat Ziarah.
Kebetulan ini masih bulan Muharrom dan ada libur jadi kami bermaksud ziarah hari ini.
Kami berangkat jam 09.00 pagi dengan mengendarai sepeda motor,karena kami berenam maka sepeda motor tiga dengan berboncengan,namun kami tidak bersepeda motor sampe kemuria karena sepada motor kami titipkan dirumah teman kami di desa piji dawe.
Selanjutnya kami meneruskan kemuria dengan naik ongkot,tidak seperti kemarin yang olah raga dengan berlari bersama,dari piji sampe montel,tak lama pun kami mendapakan angkotan warna kuning yang berbalik kepuncak setelah menurungkan seorang penumpang dan dialihkan ke angkotan kuning milik temennya.

Untuk ke Muria memang angkutan nya warna kuning untuk jurusan terminal colo.
Sekitar setengah kilo meter berjalan angkutan berhenti dan menaikan menumpang gadis gadis berjilbab yang ternyata jumlahnya sama dengan kami,yaitu enam orang,
begitu angkutan berhenti gadis gadis berjilbab ini mendekat,dan salah satu dari mereka mengeluh " Lo yang didepan koq dah ada orangnya" sang supir menjawab "yang naik belakangan ya dibelankang" aku yang berada didepan sambil bercanda menawarkan untuk suwit,Yang menang didepan,dan gadis itu setuju,setelah suit ternya aku menang,dan tetaplah didepan,sambil berceloteh gadis itu pun duduk dibagian belakang,dan perjalanan pun diteruskan.

Ternyata setelah ngobrol ngobrol ternyata gadis gadis berjilbab itu masih anak sekolah,pantesan doyan omong.
Begitu sampai di depan tangga gapura yang menuju makam mbah sunan muria kami turun dari angkot,dan angkot itu pun menuruskan perjalanan menuju pesanggrahan membawa gadis gadis kecil itu,tanpa mau memberi tau nama Facebook mereka.

~Karomah dari para wali yang bisa dini'mati sampai saat ini

Dalam menaiki tangga menuju makam kami sambil bersenda gurau meliat barang barang yang dijual dipinggir tangga,karena sepanjang tangga menuju Makam mbah SUNAN MURIA ini memang kanan kirinya digunakan untuk menjual barang baju kaset dan macam macam barang,
Dan hampir sepanjang jalan yang kira kira satu setengah kilometer itu terdapat kios dan toko berjejer menjual barang dagangan.

Dan inilah yang istimewa dari para Wali dan sunan.Walaupun mereka telah tiada tapi keramatnya masih bisa dini'mati orang yang hidup,diantaranya adalah ribuan pedagang yang berjualan disekitar makam para wali dan sunan,kita bisa liat ditempat makam sunan yang lain,misal menara kudus,tuban,gresik,dll.
Seolah para wali ini memberikan lapangan kerja pada masyarakat,belem nanti adanya jasa tronsportasi,sewa inap, dan lain lain, betapa besar berkahnya para wali yang bisa kita liat dan gambarkan.

Sambil berjalan kami meliat barang dagangan mungkin aja ada yang tertarik mau beli. Tak ketinggalan aku pun meliat liat,sampe aku meliat sebuah jaket setelah tawar menawar ternyata tawaranku disetujui.Yang lucu adalah dwit dalam dompetku tidak cukup,terpaksa lah aku pinjam pada temen yang lain,malu deh,sambil menyarah uang pada penjualnya yang senyum senyum.

Perjalanan pun dilanjutkan dan saya membawa jaket baru,ketika mendekati area makam ternyata peziarah terlalu banyak hingga macet dan berdesak desakan, maka kami putuskan untuk tidak masuk ke makam, tapi kami memilih berDOA dan membaca SURAT YASIN diMASJID.
Memang sudah biasanya kalau hari libur peziarah lebih banyak dari biasana dan hari ini juga termasuk padat,karena banyak berdesak desakan dan terjadi macet.Dan biasanya puncak dari kemacetan dan ramainya adalah tanggal 15 Muharrom karena pada tanggal itu adalah Khoulnya Mbah Sunan Muria.

Sehabis berdoa kami melanjutkan ke ngrejenu dibawah rintik hujan dengan berjalan kaki,melangkah menapaki jalan setapak yang kadang samping nya adalah jurang.Kira kira kurang lebih 2 km kami berjalan sambil hujan hujan.Sesampenya dingrejenu kami tidak langsung ziarah,tapi kami menghangatkan tubuh kami dengan memesan minuman hangat dan makanan.
Setelah menghabiskan jahe hangatku kami menuju makam Mbah Hasan Syadzili,namun ternyata di area makam sedang ada acara TAHLIL dan Pengajian.
Dan tanpa disengaja kami datang dingrejenu berbarengan dengan adanya Tahlil dan pengajian dalam rangka Khoul nya Mbah Hasan Syadzali.
Kami pun ikut acara Tahlil Bersama yang dipimpin KH Arwan dari Cendono kudus.Tak asing suara karena beliau adalah Guru Kami pada waktu sekolah di Madrasah TBS Kudus.
Selesai acara tahlil saya menghampiri panitia.
Dari panitia ini dapat informasi bahwa acara Khoul Mbah Hasan Syadzali Ngrejenu biasanya dilaksanakan pada Malam AHAD TERAKHIR dibulan Muharrom.
Panitia tersebut juga mengatakan bahwa biasannya tahun kemarin Yang mengisi dan yang Menghadiri sebagai Pembicara khaul adalah Mbah KH.AHMAD BASYIR dari Jekulo Kudus,dikarenakam Mbah Yai Basyir habis menjalani operasi jadi digantikan KH.Arwan dari Cendono Kudus.
Dalam Mauidlohnya Kh. Arwan menerangkan Bahwa Dzikrul Auliya' (menyebut nyebut nama para wali)dapat MELEBUR DOSA.
Setelah BerZIARAH KE KEDUA WALI tersebut,SUNAN MURIA DAN SYEH SYADZALI kamipun melanjutkan perjalanan untuk Refresing ke AIR TERJUN MONTEL..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar