Rabu, 05 Oktober 2011

Kutipan dari SHSNasehat

SEBUAH KISAH DI BULAN RAMADHAN Dari: Muhammad Syukron Fauzi Kepada: Anggota Satu Hari Satu Nasihat 2 (SHSN 2) Waktu: 11 Agustus jam 15:11 Pesan: --RENUNGAN SUNGGUH
MENYAYAT-- Bocah itu menjadi
pembicaraan dikampung
Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-
mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak
sebayanya, menggoda anak-
anak remaja diatasnya, dan
bahkan orang-orang tua. Hal
ini bagi orang kampung
sungguh menyebalkan. Yah, bagaimana tidak
menyebalkan, anak itu
menggoda dengan berjalan
kesana kemari sambil tangan
kanannya memegang roti isi
daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan
kirinya memegang es kelapa,
lengkap dengan tetesan air
dan butiran-butiran es yang
melekat diplastik es tersebut. Pemandangan tersebut
menjadi hal biasa bila orang-
orang kampung melihatnya
bukan pada bulan puasa! Tapi
ini justru terjadi ditengah
hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang
menahan lapar dan haus. Es
kelapa dan roti isi daging
tentu saja menggoda orang
yangmelihatnya. Pemandangan itu semakin
bertambah tidak biasa,
karena kebetulan selama tiga
hari semenjak bocah itu ada,
matahari dikampung itu lebih
terik dari biasanya. Luqman mendapat laporan
dari orang-orang kampung
mengenai bocah itu. Mereka
tidak berani melarang bocah
kecil itu menyodor-nyodorkan
dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya
ia mencicipi es kelapa dan roti
isi daging tersebut. Pernah ada yang
melarangnya, tapi orang itu
kemudian dibuat mundur
ketakutan sekaligus
keheranan. Setiap dilarang,
bocah itu akan mendengus dan matanya akan
memberikan kilatan yang
menyeramkan. Membuat
mundur semua orang yang
akan melarangnya. ************ ********* ** Luqman memutuskan akan
menunggu kehadiran bocah
itu. Kata orang kampung,
belakangan ini, setiap bakda
zuhur, anak itu akan muncul
secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian
lusuh yang sama dengan hari-
hari kemarin dan akan muncul
pula dengan es kelapa dan
roti isi daging yang sama
juga! Tidak lama Luqman menunggu,
bocah itu datang lagi. Benar,
ia menari-nari dengan
menyeruput es kelapa itu.
Tingkah bocah itu jelas
membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum
es itu juga. Luqman pun lalu
menegurnya. Cuma,ya itu
tadi,bukannya takut, bocah
itu malah mendelik hebat dan
melotot, seakan-akan matanya akan keluar. "Bismillah.. ." ucap Luqman
dengan kembali
mencengkeram lengan bocah
itu. Ia kuatkan mentalnya.Ia
berpikir,kalau memang bocah
itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa
maksud semua ini. Kalau memang bocah itu
"bocah beneran" pun, ia juga
akan cari keterangan, siapa
dan dari mana sesungguhnya
bocah itu. Mendengar ucapan bismillah
itu, bocah tadi mendadak
menuruti tarikan tangan
Luqman. Luqman pun
menyentak tanggannya,
menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke
rumah. Gerakan Luqman
diikuti dengan tatapan penuh
tanda tanya dari orang-
orang yang melihatnya. "Ada apa Tuan melarang saya
meminum es kelapa dan
menyantap roti isi daging ini?
Bukankah ini kepunyaan
saya?" tanya bocah itu
sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu
bahwa Luqman akan
bertanya tentang
kelakuannya. Matanya masih
lekat menatap tajam pada
Luqman. "Maaf ya, itu karena kamu
melakukannya dibulan puasa,"
jawab Luqman dengan
halus,"apalagi kamu tahu,
bukankah seharusnya kamu
juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar
dan haus, tapi malah
menggoda orang dengan
tingkahmu itu.." Sebenarnya Luqman masih
akan mengeluarkan uneg-
unegnya, mengomeli anak itu.
Tapi mendadak bocah itu
berdiri sebelum Luqman
selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi. "Itu kan yang kalian lakukan
juga kepada kami semua!
Bukankah kalian yang lebih
sering melakukan hal ini
ketimbang saya..?! Kalian
selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup
dibawah garis kemiskinan
pada sebelas bulan diluar
bulan puasa?! Bukankah kalian yang lebih
sering melupakan kami yang
kelaparan, dengan menimbun
harta sebanyak-banyaknya
dan melupakan kami?!
Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan
kami yang sedang menangis?! Bukankah kalian yang selalu
berobat mahal bila sedikit
saja sakit menyerang,
sementara kalian mendiamkan
kami yang mengeluh
kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?! Bukankah juga di bulan puasa
ini 'hanya' pergeseran waktu
saja bagi kalian untuk
menahan lapar dan haus?!
Ketika bedug maghrib
bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali
pada kerakusan kalian..!?" Bocah itu terus saja
berbicara tanpa memberi
kesempatan pada Luqman
untuk menyela. Tiba-tiba
suara bocah itu berubah.
Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar
"sangat" menusuk, kini ia
bersuara lirih, mengiba. "Ketahuilah Tuan.., kami ini
berpuasa tanpa ujung! kami
senantiasa berpuasa meski
bukan waktunya bulan puasa,
lantaran memang tak ada
makanan yang bias kami makan. Sementara Tuan
hanya berpuasa sepanjang
siang saja! Dan ketahuilah juga, justru
Tuan dan orang-orang di
sekeliling Tuan lah yang
menyakiti perasaan kami
dengan berpakaian yang luar
biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut
Ramadhan dan 'Idul Fithri?!!! Bukankah kalian juga yang
selalu berlebihan dalam
mempersiapkan makanan
yang luar biasa bervariasi
banyaknya, segala rupa ada,
lantas kalian menyebutnya denga istilah menyambut
Ramadhan dan 'Idul Fithri?! Tuan.., sebelas bulan kalian
semua tertawa di saat kami
menangis, bahkan pada bulan
Ramadhan pun hanya ada
kepedulian yang seadanya
pula. Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah
yang menggoda kami, dua
belas bulan tanpa terkecuali
termasuk di bulan ramadhan
ini. Apa yang telah
sayalakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap
orang-orang kecil seperti
kami...! Tuan.., sadarkah Tuan akan
ketidak abadian harta? Lalu
kenapakah kalian masih saja
mendekap harta secara
berlebih?! Tuan.., sadarkah apa yang
terjadi bila Tuan dan orang-
orang sekeliling Tuan tertawa
sepanjang masa dan
melupakan kami yang
semestinya diingat? Bahkan, berlebihannya Tuan dan
orang-orang di sekeliling Tuan
bukan hanya pada
penggunaan harta, tapi juga
pada dosa dan maksiat..
Tahukah Tuan akanadanya azab Tuhan yang akan
menimpa?! Tuan.., jangan merasa aman
lantaran kaki masih menginjak
bumi. Tuan..., jangan merasa
perut kan tetap kenyang
lantaran masih tersimpan
pangan 'tuk setahun, jangan pernah merasa matahari
tidak akan pernah menyatu
dengan bumi kelak..." ************ ********* * Entahlah apa yang ada di
kepala dan hati Luqman.
Kalimat demi kalimat meluncur
deras dari mulut bocah kecil
itu tanpa bisa dihentikan. Dan
hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut
adalah benar adanya! Hal ini menambah keyakinan
Luqman, bahwa bocah ini
bukanlah bocah sembarangan. Setelah berkata pedas dan
tajam seperti itu, bocah itu
pergi begitu saja
meninggalkan Luqman
yangdibuatnya terbengong-
bengong. Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang
bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari
mengejar ke luar rumah
hingga ke tepian jalan raya
kampung Ketapang. Ia
edarkan pandangan ke
seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak
menemukan bocah itu. Ditengah deru nafasnya yang
memburu, ia tanya semua
orang di ujung jalan, tapi
semuanya menggeleng
bingung. Bahkan, orang-orang
yang menunggu penasaran didepan rumahnya pun
mengaku tidak melihat bocah
itu keluar dari rumah Luqman! Bocah itu benar-benar
misterius! Dan sekarang ia
malah menghilang! Luqman tidak mau main-main.
Segera ia putar langkah, balik
ke rumah. Ia ambil sajadah,
sujud dan bersyukur. Meski
peristiwa tadi irrasional, tidak
masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk
akal saja. Bahwa memang
betul adanya apa yang
dikatakan bocah misterius
tadi. Bocah tadi memberikan
pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan
orang yang seharusnya kita
ingat. Yaitu mereka yang
tidak berpakaian, mereka
yang kelaparan, dan mereka
yang tidak memiliki penghidupan yang layak. Bocah tadi juga memberikan
Luqman pelajaran bahwa
seharusnya mereka yang
sedang berada diatas, yang
sedang mendapatkan karunia
Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang
bawah, dengan berjalan
membusungkan dada dan
mempertontonkan
kemewahan yang berlebihan. Marilah berpikir tentang
dampak sosial yang akan
terjadi bila kita terus
menjejali tontonan
kemewahan, sementara yang
melihatnya sedang membungkuk menahan lapar. Luqman berterima kasih
kepada Allah yang telah
memberikannya hikmah yang
luar biasa. Luqman tidak mau
menjadi bagian yang Allah
sebut mati mata hatinya. Sekarang yang ada
dipikirannya sekarang , entah
mau dipercaya orang atau
tidak, ia akan mengabarkan
kejadian yang dialaminya
bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah
kehadiran bocah tadi kepada
semua orang yang
dikenalnya, kepada
sebanyak-banyaknya orang. Kejadian bersama bocah tadi
begitu berharga bagi siapa
saja yang menghendaki
bercahayanya hati. Pertemuan itu menjadi
pertemuan yang terakhir.
Sejak itu Luqman tidak
pernah lagi melihatnya,
selama-lamanya. Luqman rindu
kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang
memang betul adanya. Luqman rindu akan kehadiran
anak itu agar ada seseorang
yang berani menunjuk
hidungnya ketika ia salah. Source: http:// jackprise.blogspot.com/2010/05/32-
sebuah-kisah-di-bulan-
ramadhan.html Catatan: 1. Ini bukan sekedar
renungan di bulan Ramadhan,
renungan ini berlaku untuk
12 bulan. 2. Sungguh orang berpuasa
tidak bisa dikatakan atau
termasuk dalam kategori
‘lapar’, bahkan jika berpuasa
tanpa sahur pun tidak,
Mungkin hanya mereka para pekerja berat dan fisik yang
berpuasalah yang baru bisa
mengerti laparnya ‘mereka’.
Atau orang-orang penderita
luka serius di lambung & usus
yang apa daya sebenarnya sangat menginginkan rasa
lapar tanpa disertai
kesakitan...

Surat dari PalesTINA
“Untuk saudaraku di
Indonesia,
mengapa saya harus memilih
dan mengirim surat ini untuk
kalian di Indonesia. Namun jika kalian
tetap
bertanya kepadaku, kenapa?
Mungkin satu-satunya jawaban
yang saya miliki adalah
karena negri kalian berpenduduk muslim
terbanyak di punggung bumi
ini, bukan demikian saudaraku?
Di saat saya menunaikan
ibadah haji
beberapa tahun silam, ketika pulang
dari melempar jumrah, saya
sempat berkenalan dengan
salah
seorang aktivis dakwah dari
jama’ah haji asal Indonesia, dia
mengatakan kepadaku, setiap
tahun
musim haji
ada sekitar 205 ribu jama’ah
haji berasal dari Indonesia datang
ke Baitullah ini. Wah, sungguh
jumlah
angka yang sangat fantastis
dan
membuat saya berdecak kagum. Lalu saya mengatakan
kepadanya,
saudaraku, jika jumlah
jama’ah haji
asal Gaza sejak tahun 1987
sampai sekarang digabung, itu belum
bisa
menyamai jumlah jama’ah haji
dari
negara kalian dalam satu
musim haji saja. Padahal jarak tempat
kami ke
Baitullah lebih dekat dibanding
kalian.
Wah pasti uang kalian sangat
banyak, apalagi menurut sahabatku
itu ada 5% dari rombongan
tersebut
yang memnunaikan ibadah
haji
yang kedua kalinya, Subhanallah. Wahai saudaraku di Indonesia,
Pernah saya berkhayal dalam
hati,
kenapa saya dan kami yang
ada di Gaza ini, tidak dilahirkan di
negri kalian saja. Pasti sangat indah
dan
mengagumkan. Negri kalian
aman, kaya, dan subur,
setidaknya
itu yang saya ketahui tentang
negri
kalian.
Pasti ibu-ibu disana amat mudah
menyusui bayi-bayinya, susu
formula bayi pasti dengan mudah
kalian dapoatkan di toko-
toko dan para wanita hamil kalian
mungkin
dengan mudah bersalin di
rumah sakit yang mereka inginkan.
Ini yang membuatku iri kepadamu
saudaraku, tidak seperti di
negri
kami ini. Tidak jarang tentara
Israel menahan mobil ambulance yang
akan mengantarkan istri kami
melahirkan di rumah sakit
yang
lebih lengkap alatnya di
daerah Rafah. Sehingga istri kami terpaksa
melahirkan di atas mobil, ya di
atas
mobil saudaraku.!
Susu formula bayi adalah barang
langka di Gaza sejak kami diblokade
2 tahun yang lalu, namun istri
kami
tetap menyusui bayi-bayinya dan
menyapihnya hingga 2 tahun
lamanya, walau terkadang untuk
memperlancar Asi mereka,
istri kami rela minum air
rendaman
gandum.
Namun, mengapa di negri kalian,
katanya tidak sedikit kasus
pembuangan bayi yang tidak jelas
siapa ayah dan ibunya.
Terkadang
ditemukan mati di parit-parit, selokan, dan tempat sampah.
Itu yang kami dapat dai informasi
di
televisi.
Dan yang membuat saya
terkejut dan merinding, ternyata negri
kalian
adalah negri yang tertinggi
kasus
aborsinya untuk wilayah Asia.
Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di
negri kalian
tidak ada konflik bersenjata
seperti
kami disini, sehingga orang
bisa melakukan hal hina seperti itu?
Sepertinya kalian belum
menghargai
arti sebuah nyawa bagi kami
disini. Memeang hampir setiap hari
di Gaza sejak penyerangan Israel,
kami
menyaksikan bayi-bayi kami
mati. Namun, bukanlah di selokan-
selokan
atau got-got apalagi di tempat
sampah. Mereka mati syahid
saudaraku! Mati syahid karena
serangan roket tentara
Israel!
Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan
ibunya, di bawah puing-puing
bangunan
rumah kami yang hancur oleh
serangan Zionis Israel.
Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi
adalah
aset perjuangan kami
terhadap
penjajah Yahudi. Mereka
adalah mata rantai yang akan
menyambung perjuangan kami
memerdekakan negri ini.
Perlu kalian ketahui, sejak
serangan
Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin, saudara-saudara
kami
yang syahid sampai 1400
orang,
600 di antaranya adalah
anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu
pula sampai hari ini, kami
menyambut lahirnya 3000
bayi
baru di jalur Gaza, dan
Subhanallah kebanyakan mereka adalah
anak
laki-laki dan banyak yang
kembar,
Allahu Akbar! Wahai saudaraku di
Indonesia, Negri kalian subur dan
makmur,
tanaman apa saja yang kalian
tanam
akan tumbuh dan berbuah,
namun kenapa di negri kalian masih
ada
bayi yang kekurangan gizi,
menderita busung lapar. Apa
karena sulit mencari rizki disana?
Apa negri
kalian diblokade juga?
Perlu kalian ketahui
saudaraku, tidak
ada satupun bayi di Gaza yang
menderita kekurangan gizi, apalagi
sampai mati kelaparan, walau
sudah
lama kami diblokade. Sungguh
kalian terlalu manja! Saya
adalah pegawai tata usaha di kantor
pemerintahan HAMAS sudah 7
bulan ini belum menerima gaji
bulanan saya. Tetapi Allah SWT
yang akan mencukupkan rizki
untuk kami.
Perlu kalian ketahui pula,
bulan ini saja ada sekitar 300
pasang
pemuda
baru saja melangsungkan pernikahan. Ya, mereka
menikah di
sela-sela serangan agresi Israel.
Mereka mengucapkan akad
nikah
diantara bunyi letupan bom dan
peluru, saudaraku. Dan Perdana
Menteri kami,
Ust
Isma’il Haniya memberikan
santunan awal pernikahan bagi
semua keluarga baru tersebut.
Wahai saudaraku di Indonesia,
Terkadang saya pun iri,
seandainya
saya bisa merasakan pengajian atau halaqah
pembinaan di negri
antum
(anda). Seperti yang
diceritakan
teman saya, program pengajian kalian pasti bagus,
banyak
kitab
mungkin yang kalian yang
telah
baca. Dan banyak buku-buku pasti sudah kalian baca. Kalian
pun
bersemangat kan? Itu karena
kalian
punya waktu.
Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini. Satu jam, ya
satu jam
itu adalah waktu yang
dipatok untuk
kami disini untuk halaqah.
Setelah itu kami harus terjun ke lapangan jihad,
sesuai dengan tugas yang
diberikan
kepada kami.
Kami disini sangan menanti-
nantikan saat halaqah tersebut walau
hanya
satu jam. Tentu kalian lebih
bersyukur. Kalian punya
waktu untuk menegakkan rukun-
rukun halaqah, seperti ta’aruf,
tafahum,
dan takaful disana.
Halafalan antum pasti lebih
banyak
daripada kami. Semua pegawai dan
pejuang HAMAS disini wajib
menghapal Surah Al-Anfal
sebagai nyanyian perang kami,
saya
menghafal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana
dengan
kalian?
Akhir Desember kemarin, saya
menghadiri acar wisuda
penamatan hafalan 30 Juz anakku yang
pertama. Ia merupakan
diantara
1000 anak yang tahun ini
menghafal
Al-Qur’an dan umurnya baru 10
tahun. Saya yakin anak-anak
kalian
jauh lebih cepat menghapal Al-
Qur’an ketimbang anak-anak
kimi disini. Di Gaza tidak ada SDIT
(Sekolah Dasar Islam Terpadu)
seperti di tempat kalian yang
menyebar seperti jamur di
musim
hujan. Disini anak-anak belajar
diantara puing-puing
reruntuhan gedung yang hancur,
yang
tanahnya sudah diratakan,
diatasnya diberi beberapa helai daun
kurma.
Ya, di tempat itu mereka belajar,
saudaraku. Bunyi suara
setoran
hafalan Al-Qur’an mereka bergemuruh dianatara bunyi-
bunyi senapan tentara Israel.
Ayat-
ayat
jihad paling cepat mereka
hafal, karena memang didepan
mereka tafsirnya. Langsung
mereka
rasakan.
Oh iya, kami harus berterima
kasih kepada kalian semua, melihat
solidaritas yang kalian perlihatkan
kepada masyarakat dunia.
Kami
menyaksikan aksi demo-demo
kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur. Karena kalian
juga
merasakan apa yang kami
rasakan
disini.
Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami disini,
termasuk kalian yang di
Indonesia.
Namun, bukan tangisan kalian
yang
kami butuhkan , saudaraku. Biarlah
butiran air matamu adalah
catatan
bukti akhirat yang dicatat
Allah
sebagai bukti ukhwah kalian kepada
kami. Doa-doa dan dana
kalian telah
kami rasakan manfaatnya.
Oh iya, hari semakin larut,
sebentar lagi adalah giliran saya menjaga
kantor, tugasku untuk
menunggu
jika ada telpon dan fax yang
masuk. Insya Allah, nanti saya
ingin sambung dengan surat yang
lain
lagi. Salam untuk semua
pejuang-
pejuang Islam dan ulama- ulama
kalian. Saudaramu di Gaza, Abdullah
Al
Ghaza

"NIKMAT ALLAH" Adalah seorang pemuda yang
tengah berjalan- jalan ditepi
hutan untuk mencari udara
segar, ketika dia tengah
berjalan, tiba -tiba
terdengarlah bunyi auman suara harimau...
Auuuummmm....!!!!! Seekor
harimau yang sedang lapar
dan mencari mangsa untuk
mengisi perutnya dan tiba-
tiba sudah berada dihadapan pemuda . Pemuda tadi karena
takut, diapun berlari
semampu dia bisa, Harimau
yang sedang lapar tentunya
tidak begitu saja melepas
mangsa empuk di depan matanya, harimau itupun
mengejar pemuda tadi.
Ditengah kepanikkannya,
pemuda tadi masih sempat
berdoa, agar diselamatkan
dari terkaman harimau,...rupanya doanya
dikabulkan, dalam pelariannya
dia melihat sebuah sumur
tua,..terlintas dibenaknya
untuk masuk kedalam sumur
itu,..karena harimau pasti tidak akan mengejarnya ikut
masuk kesumur tersebut.
Beruntungnya lagi ternyata
sumur tersebut ditengahnya
Ada tali menjulur ke bawah,
jadi pemuda tadi tidak harus melompat yang mungkin saja
bisa membuat kakinya patah
karena dalamnya sumur
tersebut. Tapi ternyata tali
itu pendek Dan takkan
sanggup membantu dia sampai kedasar sumur, hingga
akhirnya dia bergelayut
ditengah-tengah sumur,
ketika tengah bergelayut dia
menengadahkan mukanya
keatas ternyata harimau tadi masih menunggunya dibibir
sumur, dan ketika dia menunduk
kebawah,
terdengar suara kecipak
air,..setelah diamati ternyata
ada 2 ekor buaya yang ganas yang berusaha menggapai
badannya,. Ya Allah bagaimana ini,
diatas
aku ditunggu harimau,
dibawah buaya siap
menerkamku, ketika dia tengah berpikir caranya
keluar, tiba-tiba dari pinggir
sumur yang ada lubangnya
keluarlah seekor tikus
putih ..ciiit...ciiit... ....ciit...yang
naik meniti tali pemuda tadi dan mulai menggerogoti tali
pemuda tadi,..belum hilang
keterkejutannya dari lubang
satunya lagi muncul seekor
tikus hitam yang melakukan
hal sama seperti tikus putih menggerogoti tali yang
dipakai pemuda tuk
bergelantungan. Waduh ...jika tali
ini
putus, .habislah riwayatku
dimakan buaya..!!! Cemas dia berpikir,...jika aku
naik keatas ....sudah pasti
harimau menerkamku,. ..jika
menunggu disini...lama-lama
tali ini akan putus dan buaya
dibawah siap menyongsongku... Saat itulah
dia mendengar dengungan
rombongan lebah yang sedang
mengangkut madu
untuk dibawa kesarang
mereka,..dia mendongakkan wajahnya keatas..dan tiba-
tiba jatuhlah setetes madu
dari lebah itu langsung tertelan
ke mulut pemuda
tadi.
Spontan pemuda tadi berkata...Subhanallah ..Alangkah
manisnya madu ini,..baru sekali
ini aku merasakan madu semanis
dan selezat ini...!!!
Dia lupa akan ancaman buaya
dan harimau tadi. Tahukah kamu, inti dari cerita
diatas...??? Pemuda tadi adalah
kita
semua, harimau yang
mengejar adalah maut kita,
ajal memang selalu mengejar kita. Jadi ingatlah akan mati. Dua
ekor buaya adalah
Malaikat Munkar dan Nakir
yang menunggu kita di alam
kubur kita nantinya. Tali
tempat pemuda bergelayut adalah panjang umur kita,..jika
talinya panjang
maka pendeklah umur kita,
jika talinya pendek maka
panjanglah umur kita. Tikus putih
dan tikus hitam adalah dunia kita siang dan
juga malam yang senantiasa
mengikis umur kita.
Diibaratkan di cerita tadi
tikus yang menggerogoti tali
pemuda. Madu setetes adalah nikmat
dunia yang hanya sebentar.
Bayangkan madu setetes tadi
masuk ke mulut
pemuda,...sampai dia lupa akan
ancaman harimau dan buaya,..begitulah kita, ketika
kita menerima nikmat sedikit,
kita lupa kepada Allah. Ketika
susah baru ingat kepada
Allah.. Astaghfirullah Sebutlah
dengan sepenuh hati dan lidah yang fasih
akan:
*SUBHAANALLAAH
*ALHAMDULILLAAH
*LAA ILAAHA ILLALLAAH
*ALLAAHUAKBAR *ASTAGHFIRULLAAH
*LAA ILAAHA ILLALLAAH,
MUHAMMADUN RASUULULLAAH
Hayatilah sedalamnya akan
makna ayat demi ayat,
perkataan demi perkataan.

NGAT BEBEK? Ada seorang bocah laki-laki
sedang berkunjung ke rumah
kakek neneknya di pertanian
mereka. Dia mendapat sebuah
ketapel
untuk bermain-main di hutan. Dia berlatih tetapi tidak
pernah berhasil mengenai
sasaran. Dengan kesal dia
kembali pulang untuk makan
malam. Pada waktu pulang,
dilihatnya bebek peliharaan neneknya.
Masih dalam keadaan kesal,
dibidiknya bebek itu di bagian
kepala. Dan ternyata
mengenai bebek itu hingga mati.
Dia terperanjat dan sedih, dengan panik
disembunyikanlah bebek itu di
dalam timbunan kayu.
Ternyata di sana ada kakak
perempuannya sedang melihat
semuanya, namun kakaknya tidak berkata
apapun. Setelah makan malam,
nenek
berkata kepada kakaknya,
"Sally, cuci piring." Tetapi Sally
berkata, "Nenek, Johnny berkata bahwa dia ingin
membantu di dapur, bukankah
demikian Johnny?"
Dan Sally berbisik, "Ingat
bebek?" Dan Johnny pun
mencuci piring. Kemudian kakek menawarkan
kepada anak-anak untuk
pergi memancing, dan nenek
berkata, "Maafkan, tetapi
aku perlu Sally membantu
menyiapkan makanan." Tetapi Sally tersenyum dan berkata,
"Tidak apa-apa, karena
Johnny memberitahu kalau
ingin membantu." Kembali dia
berbisik, "Ingat bebek?" Jadi
akhirnya Sally pergi memancing dan Johnny
tinggal di rumah membantu
nenek. Setelah beberapa hari
Johnny
mengerjakan tugas-tugasnya
dan juga tugas-tugasnya Sally, akhirnya dia tidak
dapat bertahan lagi.
Ditemuinya nenek dan mengaku
telah membunuh
bebek neneknya dan meminta
ampun. Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya,
"Sayangku, aku tahu.
Tidakkah kau lihat, aku berdiri di
jendela dan melihat
semuanya. Karena aku
mencintaimu, aku memaafkan kamu. HANYA AKU HERAN
BERAPA LAMA ENGKAU akan
membiarkan Sally
memanfaatkanmu." Aku tidak
tahu masa lalumu,
aku tidak tahu dosa apakah yang dilemparkan musuh ke
mukamu. Tetapi apapun itu,
aku ingin memberitahu
sesuatu. Tuhan melihat segalanya.
Dan karena Dia
mencintaimu, Dia akan mengampunimu bila kamu
memintanya. HANYA DIA HERAN
MELIHAT BERAPA LAMA ENGKAU
membiarkan musuh
memperbudakmu. Hal yang
luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni tetapi Dia
juga tidak mengingat-ingat
lagi dosamu. Itulah
perumpamaan tentang Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar