Kamis, 16 Mei 2013

Tradisi Tahlilan.

Sedulur, kalau ada orang tanya
tentang gula asalnya dari mana?
Maka jawabnya pasti dari tebu.
Kemudian kalau ditanya lagi
apakah di kebon tebu ada gula?
Maka dia akan jawab bahwa gula berasal dari tebu karena melalui
suatu proses. Nah sekarang kegiatan/
amaliyah Tahlil, asalnya dari
mana? Jawabnya dari Qur’an
dan Hadits. Kemudian kalau
ditanya lagi apakah di dalam
kitab al-qur’an dan hadits ada ayat atau hadits yang
menyebutkan tentang amaliyah
Tahlil? Maka jawabannya bahwa
Tahlil berasal dari al-qur’an dan
hadits karena melalui suatu
proses. Coba kita telaah, di dalam
kegiatan/ amaliyah Tahlil apa saja yang dilakukan? 1. Kegiatan tahlil dihadiri oleh
banyak orang (jama’ah), kalau
di lakukan bersama-sama maka
di dalam kegiatan tahlil beberapa
orang bertemu bahasa
syari’anya adalah “silaturrahmi” pertanyaannya; apakah
silaturrahmi diperitahkan atau
dilarang oleh Allah dan Rasul-
Nya….? 2. Di dalam kegiatan tahlil
diantaranya adalah membaca al-
qur’an dan kalimat toyyibah,
dalam bahasa syari’atnya adalah
“dzikir” pertanyaannya; apakah
dzikir diperitahkan atau dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya….? 3. Kalau isi kegiatan tahlil adalah
dzikir dan dilakukan oleh banyak
orang, maka tempat kegiatan
tahlil dalam bahasa syari’atnya
adalah “majlis dzikir”
pertanyaannya; apakah mendatangi majlis dzikir
diperitahkan atau dilarang oleh
Allah dan Rasul-Nya….? 4. Di dalam kegiatan tahlil juga
para jamaah yang hadir saling
mendoakan baik untuk umat
Islam yang masih hidup maupun
yang telah meninggal dunia.
Pertanyaannya; apakah saling mendo’akan sesama umat Islam
itu diperitahkan atau dilarang
oleh Allah dan Rasul-Nya….? 5. Di dalam kegiatan tahlil,
biasanya tuan rumah
menyuguhkan snack/makanan ala
kadarnya (sesuai dengan
kemampuan), mungkin ini bisa
dinamakan “memuliakan tamu atau sedekah” pertanyaannya;
apakah memuliakan tamu atau
sedekah diperitahkan atau
dilarang oleh Allah dan Rasul-
Nya….? 6. Kalau di dalam kegiatan tahlil
ada mauidhoh hasanahnya, yang
dalam bahasa syari’atnya adalah
“dakwah” pertanyaannya;
apakah dakwah diperitahkan
atau dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya….? 7. Kalau di dalam kegiatan tahlil
ada dakwahnya, maka jama’ah
tahlil menerima ilmu agama yang
disampaikan oleh pembicara,
bahasa syari’atnya adalah
“tholabul ilmi” pertanyaannya: apakah thalabul ilmi (mencari
ilmu) diperitahkan atau dilarang
oleh Allah dan Rasul-Nya….? Kesimpulannya; semua amaliyah
dalam kegiatan tahlil ternyata
disyari’atkan oleh Allah dan
Rasul-Nya. Adapun kaitannya dengan tahlil
kok dilakukan 1 hari, 7 hari, 40
hari, 100 hari, 1000 hari, haul
(tiap tahun), inikan artinya
membuat syari’at baru…..? Sedulur, tahlil itukan intinya
adalah dzikir; dzikir itu mau
dilakukan kapan saja boleh dan
tidak ada larangan. Kalau boleh
tanya, tolong carikan dalil; baik
dari al-qur’an maupun hadits yang melarang jika tahlil/dzikir
dilakukan 1 hari, 7 hari, 40 hari,
100 hari, 1000 hari, haul (tiap
tahun). Ingat Sedulur…. Kenikmatan
terbesar yang Allah SWT. Berikan
kepada umat manusia setelah
ke-Iman-an dan ke-Islam-an
adalah “diberinya kemudahan
dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam.” Wallahu a’lam.

dari akun ibn Muhyi al din

Tidak ada komentar:

Posting Komentar